1 orang sudah membuat hidangan ini!
Cara membuat:
-
Masak spaghetti sesuai petunjuk pada kemasan. Setelah itu, tiriskan dengan saringan dan campurkan sedikit minyak zaitun agar tidak lengket satu sama lain.
-
Potong bawang bombay menjadi irisan tipis, paprika menjadi potongan memanjang halus, dan sosis dipotong miring.
-
Panaskan wajan dengan api sedang dan tuangkan sedikit minyak zaitun. Tumis bawang bombay dan sosis hingga bawang bombay terlihat bening. Setelah itu, masukkan paprika dan tumis selama sekitar 1 menit.
-
Masukkan saus tomat dan pasta tomat ke dalam wajan, lalu aduk hingga tercampur rata. Masak campuran tersebut selama sekitar 1 menit untuk mengurangi sedikit rasa asam dari saus tomat.
-
Masukkan spaghetti yang sudah dimasak dan aduk hingga tercampur rata dengan saus. Bumbui dengan garam dan merica sesuai selera.
-
Angkat wajan dari kompor dan tambahkan mentega. Aduk hingga tercampur rata agar mi mendapatkan tekstur yang lembut dan aroma yang harum.
-
Sajikan di atas piring dan taburi dengan Parmesan atau beberapa tetes Tabasco sesuai selera. Sajikan selagi panas dan nikmati!
Daftar isi:
TL;DR
Napolitan ternyata bukan pasta Italia, tapi ciptaan asli Jepang! Ditemukan setelah Perang Dunia II di Hotel New Grand Yokohama, saat bahan-bahan Italia susah didapat, jadi spagetti dimasak pakai ketchup saja. Sekarang jadi menu klasik Yoshoku yang nostalgia dan enak. Bonusnya, sisa Napolitan gampang disimpan: cukup masuk kulkas 1 sampai 2 hari, atau dibekukan sampai sebulan lalu dipanaskan lagi dengan sedikit ketchup tambahan biar tetap segar.Sejarah Napolitan
Napolitan sebenarnya bukan pasta Italia, melainkan hidangan asli Jepang! Setelah Perang Dunia II, seorang koki di Hotel New Grand di Yokohama menciptakan hidangan ini. Saat itu, mereka tidak memiliki bahan-bahan khas untuk masakan Italia, jadi mereka menggabungkan spaghetti dengan ketchup. Kedengarannya sederhana, bukan?
Karena ketchup lebih murah dan mudah didapat, Napolitan dengan cepat menyebar ke seluruh Jepang. Hidangan ini sangat populer di kafe-kafe pada era Showa. Saat ini, ia telah menjadi klasik dalam masakan "Yoshoku" Jepang, yang berarti hidangan bergaya Barat di Jepang. Nostalgia dan lezat!
Cara Menyimpan Napolitan
Napolitan sangat praktis – Anda dapat menyimpannya dengan mudah dan menikmatinya nanti. Berikut beberapa tips:
- Kulkas: Simpan sisa makanan dalam wadah kedap udara dan letakkan di dalam kulkas. Makanan akan tetap segar selama 1-2 hari. Saat menghangatkannya kembali, cukup tambahkan sedikit air ke dalam wajan agar mi tidak kering.
- Freezer: Bagi porsinya menggunakan plastik wrap dan masukkan ke dalam kantong freezer. Dengan cara ini, Anda dapat membekukan Napolitan hingga satu bulan. Untuk menghangatkannya kembali, microwave atau wajan bisa digunakan. Sedikit tambahan ketchup – dan rasanya terasa segar lagi!
Tips kecil: Jangan memasak mi terlalu lunak pada saat pertama kali, agar tidak menjadi lembek saat dihangatkan kembali. Dan jika Anda menggunakan bahan yang banyak mengandung air, seperti sayuran, sebaiknya simpan secara terpisah. Dengan cara ini, semuanya tetap lezat!
Teppan-Napolitan
Teppan-Napolitan adalah gaya unik dari Nagoya! Ini merupakan variasi kreatif dari Napolitan klasik, menjadikan hidangan ini semakin menarik.
Keistimewaannya adalah disajikan di atas piring besi panas. Lapisan telur kocok dituangkan ke atas piring tersebut, lalu sedikit mengental. Idenya: Anda mencampur telur setengah matang dengan mi, memberikan sentuhan ekstra creamy pada hidangan – benar-benar brilian!
Sausnya manis dan berkarakter, serta bahan-bahan klasik seperti sosis, paprika, dan bawang bombay tentu saja tidak boleh dilewatkan. Di kafe-kafe, hidangan ini sering disajikan begitu panas sehingga berdesis saat dibawa ke meja – menciptakan antisipasi yang sesungguhnya!
Komentar
Sangat lezat. Air rebusan ditambahkan ke dalam saus untuk konsistensi yang sempurna. Menggunakan sosis Wiener alih-alih Bockwurst. Sangat lezat. Telur mata sapi di atasnya juga sangat cocok.
Halo RiffRaff, terima kasih karena kamu menyukai resep ini! Telur mata sapi juga ide yang enak. Salam hangat, Ryusei