Resep Jepang

Hamu Katsu (ハムカツ)

Potongan Ham Digoreng Tepung

Ditulis dan dianalisis oleh Ryusei Hosono • • Diperbarui: 29 Desember 2024
4.2 (5 Ulasan)
ham-katsu

Four round pieces of ham katsu, the Japanese breaded ham cutlet, are piled on a mottled dark blue ceramic plate. Each cutlet wears a deep golden panko crust, fried crisp and uneven in the way that signals crunch, with edges of pink ham peeking through the coating. A small handful of green salad leaves sits tucked behind the stack as garnish. The plate rests on a pale wooden serving board, and black chopsticks lie alongside on a blue chopstick rest, giving the scene a simple Japanese table setting.

Four round pieces of ham katsu, the Japanese breaded ham cutlet, are piled on a mottled dark blue ceramic plate. Each cutlet wears a deep golden panko crust, fried crisp and uneven in the way that signals crunch, with edges of pink ham peeking through the coating. A small handful of green salad leaves sits tucked behind the stack as garnish.

The plate rests on a pale wooden serving board, and black chopsticks lie alongside on a blue chopstick rest, giving the scene a simple Japanese table setting.


Teks yang terlihat pada gambar

No clearly readable text is present in the image.

Hamu Katsu (ハムカツ) Foto: Ryusei Hosono / RyuKoch

Porsi: 1

Bahan

Cooked ham 4 buah
Panko (Tepung Panir) 120 g
Telur 1 buah
tepung 60 g
Minyak (tanpa rasa) 200 ml

Peralatan

mangkuk pengaduk 3 buah
penggorengan 1 buah
Tang 1 buah
Tisu Dapur 2 daun
Tautan afiliasi: Jika Anda membeli produk atau layanan yang ditautkan, saya menerima komisi kecil. Tidak ada biaya tambahan untuk Anda, dan Anda mendukung blog saya. Terima kasih banyak! (^_^)

Informasi resep

Vegetarian:
Vegan:
Laktosa:
Gluten:
Kalori: ≈204 Kalori untuk 1 porsi.
Tingkat kesulitan: 2/3
Masakan: Dari negara mana hidangan ini berasal?
Tingkat kepedasan: Tidak pedas Tidak pedas Tidak pedas Tidak pedas
Kategori: Hauptgericht
Waktu persiapan: 12 Min.
Waktu memasak: 6 Min.
Total waktu: 23 Min.
Kata kunci: Hamu Katsu, ハムカツ, Japanisches Schnitzel, Schinken-Schnitzel, Gebratener Schinken
Aksara asli: ハムカツ
Informasi ini diberikan tanpa jaminan

2 orang sudah membuat hidangan ini!

dd

Fabian & Daniel

Cara membuat:

  1. Siapkan tiga mangkuk: satu berisi tepung terigu, satu berisi telur yang sudah dikocok, dan satu berisi panko (serbuk roti Jepang).

  2. Jika kamu ingin menggunakan isian seperti keju atau daun shiso, cukup letakkan di antara dua irisan ham dan buatlah "sandwich" kecil.

  3. Taburi ham (atau sandwich ham yang telah diisi) dengan sedikit tepung terigu, celupkan ke dalam telur, lalu gulingkan dalam panko. Tekan serbuk roti perlahan agar menempel dengan baik.

  4. Tuangkan sekitar 200 ml minyak ke dalam wajan dan panaskan di atas api sedang. Begitu minyaknya panas, goreng potongan ham hingga kedua sisinya berwarna keemasan. Sebagai alternatif, kamu bisa memanaskan oven hingga 200°C dan memanggang potongan tersebut selama 15–20 menit. Balik sekali di tengah waktu memanggang agar matang secara merata.

Daftar isi:

    TL;DR

    Hamu katsu itu irisan tipis ham yang dibalut tepung roti lalu digoreng sampai renyah, makanan rumahan Jepang yang lahir pasca Perang Dunia II karena ham lebih murah daripada daging babi segar. Kelezatannya ada di kesederhanaan: bahan minim, gampang dibuat, cocok jadi lauk bekal atau teman ngemil di izakaya. Mau versi lebih sehat? Cukup panggang di oven 200°C selama 15-20 menit, lalu santap dengan saus tonkatsu, kol serut, dan nasi hangat.

    Sejarah Ham Katsu

    Ham Katsu adalah makanan Jepang yang populer dan menenangkan hati yang berasal dari Jepang setelah Perang Dunia II. Pada masa itu, daging babi mahal dan langka, sehingga daging olahan seperti ham menjadi alternatif yang populer dan terjangkau. Ham yang diiris tipis, dibungkus lapisan tepung roti yang renyah dan digoreng hingga kecokelatan keemasan, memberikan hidangan yang mengenyangkan dan mudah disiapkan yang dengan cepat mendapatkan popularitas.

    Kecintaan Jepang pada makanan gorengan dimulai dengan diperkenalkannya tempura oleh orang Portugis pada abad ke-16 dan semakin berkembang dengan meningkatnya popularitas tonkatsu (potongan daging babi) pada era Meiji. Ham Katsu muncul dari evolusi kuliner ini dan sejak itu menjadi hidangan andalan di izakaya (pub Jepang) dan delicatessen di seluruh negeri.

    Variasi Ham Katsu

    Meskipun Ham Katsu adalah hidangan yang sederhana, ia menawarkan berbagai rasa saat bereksperimen dengan isian. Menambahkan keju menghadirkan kelembutan yang creamy, dan daun shiso memberikan aroma yang menyegarkan. Irisan ham yang lebih tebal menambah bobot hidangan, dan mencampurkan rempah atau biji wijen ke dalam tepung roti menambah variasi yang menyenangkan.

    Di beberapa wilayah tertentu, Ham Katsu disajikan di atas tusuk sate, yang sangat populer di dunia street food Kansai yang semarak. Di rumah, Anda dapat menyesuaikan Ham Katsu Anda dengan mengubah tekstur tepung roti atau menambahkan bahan-bahan lain, menjadikannya hidangan serbaguna yang dapat disesuaikan dengan preferensi pribadi.

    Menikmati Berbagai Saus dan Cocolan

    Ham Katsu sangat cocok dipadukan dengan saus klasik seperti Worcestershire sauce atau tonkatsu sauce. Untuk variasi yang creamy, coba Aurora sauce—campuran mayones dan saus tomat (ketchup). Jika Anda menyukai rasa pedas, Anda bisa menyajikannya dengan mustard atau saus cabai untuk memperkuat profil rasanya.

    Saran Penyajian yang Lezat

    Menyajikan Ham Katsu dengan kol yang diiris halus atau sayuran segar menyeimbangkan kekayaan rasa ham goreng. Perasan lemon menambah kesan segar, dan lauk pendamping seperti salad kentang atau acar melengkapi hidangan. Untuk set meal Jepang yang tradisional, Anda dapat menyajikan Ham Katsu dengan nasi putih, sup miso, dan ohitashi (sayuran hijau yang direbus) sebagai pendamping untuk menciptakan pengalaman kuliner yang seimbang.

    Mengapa Ham Katsu Disukai

    Daya tarik Ham Katsu terletak pada kesederhanaan dan kemudahannya. Hidangan ini mudah disiapkan dengan bahan-bahan yang minimal, menjadikannya pilihan praktis untuk hari-hari yang sibuk. Teksturnya yang renyah dan rasanya yang gurih disukai baik oleh anak-anak maupun orang dewasa, dan sangat cocok untuk bekal makan siang serta piknik.

    Di jalan-jalan perbelanjaan lokal, Ham Katsu sering dijual bersama korokke di toko-toko daging dan menjadi comfort food yang penuh nostalgia bagi banyak orang. Di izakaya, hidangan ini adalah lauk pendamping yang populer untuk menemani minuman, dihargai karena harganya yang terjangkau dan rasanya yang memuaskan.

    Cara Lebih Sehat Menikmati Ham Katsu

    Sebagai alternatif yang lebih sehat, Anda bisa memanggang Ham Katsu alih-alih menggorengnya. Campurkan sedikit minyak zaitun dengan tepung roti sebelum mengoleskannya pada ham, lalu panggang pada suhu 200°C selama 15–20 menit hingga renyah. Metode ini mengurangi konsumsi minyak sambil tetap memberikan kerenyahan yang lezat.

    Menggunakan tepung roti whole grain atau bran meningkatkan kandungan serat dan meningkatkan nilai gizi hidangan. Memilih alternatif ham rendah lemak atau berbahan dasar tumbuhan membuatnya semakin sehat. Tambahkan shiso atau sayuran lain sebagai isian dan sajikan dengan salad segar untuk menyeimbangkan gizi hidangan.

    Ikuti @ryukoch sekarang

    Bergabunglah dengan komunitas Instagram kami!

    Foto makanan & perjalanan / petualangan Jepang / momen eksklusif di balik layar

    loading
    Tulis komentar sekarang

    Komentar

    Nilai artikel ini